PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT
ABSTRAK : Kehidupan adalah sesuatu yang dinamis, di
mana setiap kehidupan akan senantiasa mengalami perubahan. Dalam konteks ini
manusia adalah salah-satunya, ia akan mengalami perubahan baik secara individu
maupun masyarakat. Karena kehidupan itu dinamis, maka perubahan yang terjadi
adalah suatu hal yang lumrah atau normal terjadi. Pengaruhnya dapat menjalar
dan merambah kebagian belahan dunia manapun dengan cepat dan efektif karena
didukung oleh kemajuan komunikasi yang canggih dan modern. Penemuan-penemuan
baru di berbagai bidang terutama dalam bidang teknologi informasi dan
komunikasi tanpa kita sadari juga sangat mempengaruhi perubahan sosial yang
juga akan berdampak pada edukasi dan cara pikir maupun pandang manusia
mendatang. Suatu perubahan sosial yang terjadi sekecil apapun itu akan
berakibat pada struktur kehidupan masyarakat yang lainnya.
Kata Kunci : Perubahan, Sosial, Masyarakat.
Dalam kehidupan, setiap masyarakat pasti
mengalami perubahan. Tidak ada sekelompok masyarakat pun yang tidak mengalami
perubahan dan menjalani kehidupan yang monoton. Perubahan tersebut dapat
terjadi dalam berbagai bidang; politik, ekonomi, sosial, maupun yang berkaitan
dengan kebudayaan. Perubahan yang terjadi dalam berbagai bidang sosial pada
suatu masyarakat sering dikenal dengan istilah perubahan sosial. Perubahan ini
tejadi dalam kehidupan masyarakat dan disebabkan oleh banyak faktor. Perubahan
ini dapat menuju ke arah positif maupun negatif, yang mana dari perubahan itu akan
tercipta suatu perubahan baru yang akan mereka jalani untuk menentukan
kehidupan di masa mendatang.
Di era globalisasi ini, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi semakin canggih. Selain itu, penyebaran informasi
serta akses telekomunikasi dan transportasi semakin cepat dan mudah. Internet
merupakan salah satu contohnya. Kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi buatan manusia merupakan salah satu sebab adanya perubahan sosial.
Melalui situs jejaring ini, manusia dapat memperluas pertemanan dalam lingkup
yang lebih luas. Namun, tak menutup kemungkinan hal tersebut menyebabkan
hilangnya keharmonisan adat atau kebiasaan masyarakat.
Pengertian Perubahan Sosial
Istilah
perubahan sosial (bahasa Inggris: Social Change) merupakan salah satu terminologi
yang menjadi inti dari studi sosiologi di mana dalam masyarakat baik dari
tingkatan yang kecil sampai besar selalu bersentuhan dengan perubahan. Tidak
ada masyarakat yang tidak mengalami perubahan. Masyarakat akan selalu mengalami
pergantian (perubahan) yang signifikan mengenai struktur sosial dalam kurun
waktu tertentu (Martono, 2011).
Burhan
Bungin (2006) mengemukakan bahwa perubahan sosial adalah proses yang dialami
oleh anggota masyarakat serta semua unsur-unsur budaya dan sistem-sistem
sosial, di mana semua tingkat kehidupan masyarakat secara sukarela atau
dipengaruhi oleh unsur-unsur eksternal meninggalkan pola-pola kehidupan,
budaya, dan sistem sosial lama kemudian menyesuaikan diri atau menggunakan
pola-pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial baru.
Ada begitu
banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli dalam melihat perubahan sosial
(Setiadi and Kolip, 2011). Setiadi dkk menjabarkan definisi perubahan sosial
menurut para ahli sebagai berikut:
a) William
Ogburn menyatakan bahwa batasan ruang lingkup perubahan sosial, mencangkup
unsur-unsur kebudayaan baik yang bersifat materiil maupun yang tidak bersifat
material (immaterial) dengan menekankan pengaruh yang besar dari
unsur-unsur kebudayaan materiil terhadap unsur-unsur immaterial.
b) Selo
Soermardjan menyatakan perubahan sosial adalah segala perubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi
sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola
peri kelakuan di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
c) Samel Koenig
menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan
masyarakat.
Himes dan
Mooer dalam (Martono, 2011) mengemukakan: perubahan sosial memiliki tiga
dimensi yaitu:
a) Dimensi struktural
yaitu mengacu pada perubahan-perubahan dalam struktur masyarakat, menyangkut
perubahan dalam peranan, munculnya peranan baru, dan perubahan dalam struktur
lembaga sosial.
b) Dimensi
kultural yaitu mengacu pada perubahan kebudayaan dalam masyarakat.
c) Dimensi
interaksional yaitu mengacu pada adanya perubahan hubungan sosial dalam
masyarakat.
Dari sekian pengertian dan karakteristik yang dikemukakan adalah
bagaimana proses perubahan interaksi dan komunikasi masyarakat seiring dengan
perkebangan teknologi media. Perubahan dalam bentuk interaksi misalnya,
hubungan individu atau kelompok tidak mesti lagi dilakukan secara tatap muka
langsung. Kehadiran media komunikasi membuat setiap individu dapat melakukan
interaksi kapan saja baik itu melalui Telepon, Email, Chatting, Facebook, dan
lain sebagainya.
Perubahan sosial pada dasarnya merupakan perubahan pada struktur
masyarakat dan pola hubungan. Horton (1991) memberikan penjelasan bahwa
perubahan sosial merupakan perubahan struktur sosial dan hubungan sosial.
Perubahan ini meliputi perubahan distribusi kelompok usia, tingkat pendidikan
rata-rata, tingkat kelahiran penduduk, kadar rasa kekeluargaan, perubahan peran
dan sebagainya.
Kingsley Davis (1960) mengartikan perubahan sosial sebagai
perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya
adalah pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan
perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya
menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.
Menurut Mac Ivec (1973) perubahan sosial adalah perubahan-perubahan
dalam hubungan sosial (social relationship) atau sebagai perubahan
terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. Gillin dan Gillin
(1954) membatasi perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup
yang telah diterima baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis,
kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi
maupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
Faktor Penyebab Perubahan Sosial
Berdasarkan
sumbernya, terjadinya perubahan sosial diakibatkan oleh faktor dalam diri
masyarakat itu sendiri maupun dari luar dirinya. Menurut Soekanto (1990),
faktor yang berasal dari dalam berupa: jumlah penduduk, penemuan-penemuan baru,
pertentangan (konflik) dan pemberontakan (revolusi). Sedangkan faktor yang
berasal dari luar lingkungan manusia, berupa: perubahan lingkungan alam
sekitarnya, peperangan, dan pengaruh kebudayaan lain. Selain itu juga terdapat
beberapa faktor yang memudahkan terjadinya perubahan sosial yaitu: penyebaran
dan masuknya kebudayaan lain, tingkat pendidikan, sikap menerima hal-hal baru,
stratifikasi masyarakat yang terbuka dan adanya rasa tidak puas dalam
masyarakat.
Arah
perubahan sosial secara garis besar dinyatakan sebagai arah yang bersifat
linier yang mengambil bentuk garis lurus ke depan dan bersifat siklikan.
Herbert Spencer (1820-1903) menyatakan bahwa perkembangan masyarakat manusia
menurut tahap-tahap tertentu dari yang paling sederhana sampai yang paling
kompleks. Sedangkan mereka yang menyatakan bahwa perubahan sosial bersifat
siklikan menyatakan bahwa perkembangan struktur sosial tidak harus lurus ke
depan, tetapi bisa mengalami kemajuan, kemunduran, jatuh, berkembang kembali
secara berulang-ulang.
Pendekatan
lain terhadap arah perubahan adalah melalui difusi, penemuan dan penciptaan.
Konsep difusi digunakan untuk menjelaskan penyebaran elemen budaya dari satu
masyarakat ke masyarakat yang lain atau antar kelompok dalam masyarakat yang
sama. Difusi terjadi dalam banyak faktor seperti perjalanan, migrasi,
perdagangan atau penjajahan. Laju perubahan sosial bisa bersifat lambat
(evolusi). Teori Siklikal dan Linier dapat dikategorikan pada perubahan
evolusioner. Sebaliknya perubahan yang cepat dan mendasar dikatakan sebagai
perubahan yang revolusioner.
Teori-teori Perubahan Sosial
Terdapat
beberapa teori tentang perubahan sosial dalam masyarakat, seperti Teori
Evolusi, Teori Konflik, Teori Structural Fungsional, Teori Sistem, dan Teori
Psikologi Sosial. Masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan.
Teori
Evolusi mencoba memperhatikan bahwa semua masyarakat dalam semua sisi kehidupan
sosial berkembang melalui tahapan-tahapan yang sama dari sederhana menuju ke
yang lebih kompleks dengan puncaknya pada masyarakat sekuler, industry, dan
modern. Teori ini dipengaruhi oleh Teori Charles Darwin dalam bidang biologi
dan dikembangkan dalam ilmu sosial oleh August Comte, Lewis Henry Morgan,
Herbert Spencer, Ferdinand Toennies, Robert Redfield, Leslie White, Julian
Steward, dan lain sebagainya. Para penganut teori ini mengunakan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Holism, mempelajari seluruh unit bukan hanya
bagian tertentu.
2. Universalism, perubahan adalah alamiah, universal,
abadi, ada di mana-mana, dan tidak memerlukan penjelasan.
3. Potentially, perubahan adalah dari dalam dan menyatu
serta setiap unit melakukan perubahan.
4. Directionality, perubahan bersifat progresif.
5. Determinism, perububahan tidak dapat dicegah atau
ditolak pleh setiap unit.
6. Gradualism, perubahan adalah berkesinambungan dan
tumbuh secara kumulatif.
7. Reductionism, kaidah suksesi (law of succession)
adalah seragam dan topik dasar perubahan dimanapun selalu sama.
Teori
Konflik melihat perubahan sebagai perkembangan dari kompetisi yang tidak
terlakkan dalam mendapatkan sumber daya yang terbatas diantara kelompok dalam
suatu masyarakat. Konflik dianggap hal yang mutlak dalam masyarakat dan
dipandang oleh beberapa orang sebagai suatu penyebab perubahan, sedangkan yang
lain menganggap sebagai satu-satunya cara untuk berubah. Teori ini diawali oleh
Karl Marx yang menganggap konflik sebagai kondisi normal yang penyebab dan
variasinya merupakan hal yang penting untuk dikaji dengan ilmu sosial. Adapun
yang menganut teori ini adalah Lewis A Coser dan Ralf Dahrendorf.
Teori
Struktural Fungsional melihat dengan berbagai cara tentang perubahan dalam
keseluruhan kerangka kerja yang menganggap bahwa setiap masyarakat terdiri atas
bagian yang saling terkait yang berkerja bersama untuk tujuan menjaga
keseimbangan internal. Tokoh yang terkenal dari teori ini adalah Talcott
Parsons dan William F.Ogburn.
Teori Sistem
memandang masyarakat sebagai suatu sistem adaptif yang kompleks dan interaksi
dari stress, variasi, dan perubahan, serta penggunaan informasi dan komunikasi
untuk beradaptasi dengan hambatan, kebutuhan, dan gangguan internal dan
eksternal. Konsep umpan balik dan pengambilan keputusan menganjurkan bahwa
perubahan sosial dalam masyarakat bukan hal yang bersifat tanpa kendali tetapi
dapat diarahkan. Teori ini membedakan berbagai tingkat dari sistem mulai yang
sederhana sampai yang sangat kompleks.
Teori
Psikologi Sosial menyatakan bahwa aktivitas manusia membentuk inti perubahan
dalam masyarakat dan memodifikasi perilaku dapat menyebabkan perubahan serta
memainkan peranan penting dalam perkembangan masyarakat. Tokoh terkemuka dari
teori ini adalah Max Weber, Everett E Hagen, David C McClelland.
Meski kajian
tentang perubahan sosial menjadi pusat perhatian para ahli sosiologi sejak
awal, namun belum ada kesepakatan tentang suatu teori umum. Suatu teori yang
memuaskan dalam perubahan sosial harus bisa menjelaskan elemen apa yang harus
berubah, arah perubahan dan mengapa itu bisa terjadi.
Ciri-ciri Perubahan Sosial
Perubahan
sosial terjadi di setiap bentuk masyarakat. Baik di dalam masyarakat
tradisional maupun masyarakat modern. Dari sekian banyak perubahan yang terjadi
tidak semua bisa dikategorikan menjadi perubahan sosial. Ada beberapa ciri yang
membedakannya, antaralain:
1) Terjadi di
mana-mana, perubahan sosial bisa terjadi di mana-mana, muali dari masyarakat
desa hingga masyarakat perkotaan mesti dengan tingkat perubahan yang bisa jadi
berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain.
2) Dilakukan
secara sengaja.
3) Berkelanjutan,
suatu perubahan sosial berlangsung secara berkelanjutan. Hal ini menjelaskan
masyarakat akan selalu berubah, baik cepat maupun lambat. Di mana perubahan
terjadi sebagai konsekuensi dasar karena sifat manusia yang terlahir sebagai
makhluk sosial.
4) Imitatif,
maksudnya yakni perubahan dalam masyarakat berlangsung dengan mengikuti
masyarakat yang lain. Hal ini lantaran setiap kelompok dalam masyarakat saling
memiliki pengaruh.
5) Adanya
timbal balik.
Dampak Perubahan Sosial Dalam Masyarakat
Perubahan sosial dalam masyarakat merupakan sesuatu yang wajar terjadi,
entah itu dalam cara berkomunikasi, mode pakaian, gaya hidup, pertanian,
ekonomi, kepercayaan, pola hidup, perilaku, emansipasi wanita, cara berpikir,
kesenian, Bahasa, industri, edukasi, budaya, sopan santun, tempat tinggal, dan
lain sebagainya. Itu semua merupakan sesuatu yang biasa terjadi, kita hanya
dapat mengikuti perubahan tersebut. Setiap perubahan sosial memiliki dampak
tersendiri bagi masyarakat, baik maupun buruk tergantung cara pandang kita
sebagai masyarakat dalam menjalaninya.
a) Dampak
positif perubahan sosial
1. Eratnya
integritas masyarakat. Hal tersebut bisa terjadi jika masyarakat dapat
menyikapinya dengan baik sehingga tidak terjadi konflik.
2. Kemajuan
teknologi. Seiring dengan kemajuan zaman kemajuan teknologi pun ikut terus
mengalami kamajuan, hampir semua orang dapat memanfaatkan teknologi di
sekitarnya sehingga bisa meningkatkan taraf kehidupan mereka.
3. Tingkat
kehidupan yang lebih baik.
4. Pola pikir
yang lebih maju. Berkat adanya perubahan pola pikir masyarakat yang primitive
akan lebih terbuka dalam menilai sesuatu.
5. Perubahan
nilai dan tata sikap. Terjadinya difusi dan inovasi dalam suatu kebudayaan
dapat mengubah nilai dan sikap masyarakat yang semula irasional menjadi
rasional.
6. Adanya sistem
pembagian kerja antara pria dan wanita sesuai kemampuan mereka.
b) Dampak
negatif perubahan sosial
1. Munculnya
perilaku hidup konsumtif.
2. Terjadinya
ketertinggalan budaya.
3. Dekade
moral. Maksudnya yakni penurunan atau pemerosotan moral masyarakat yang
ditujukan dari perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku
dalam masyarakat.
4. Sikap
individualisme.
5. Maraknya
kriminalitas.
6. Perubahan
gaya hidup yang signifikan.
7. Kesenjangan
sosial.
Kesimpulan
Perubahan
sosial dalam masyarakat dapat dikatakan sebagai suatu perubahan dari
gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang bersifat individu
sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial
dalam masyarakat dapat bergerak kea rah suatu kemajuan, dalam hal ini
masyarakat akan berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial juga dapat menyebabkan
kehidupan masyarakat mengalami kemunduran.
Banyak
ahli yang mengungkapkan pendapatnya mengenai perubahan sosial. Diantaranya
William F. Ogburn, Selo Soemardjan, Ferdinand Toennies, Gillin dan Gillin, dan
masih banyak lagi. Salah satu pandangan yang paling dikenal oleh masyarakat
yaitu pendapat Selo Soemardjan (1962) yang merumuskan perubahan sosial sebagai
segala perubahan pada Lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat,
yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap,
dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Perubahan
juga memiliki beberapa teori sebagai tolak ukur dalam praktek bermasyarakat;
Teori Evolusi, Teori Konflik, Teori Structural Fungsional, Teori Sistem, dan
Teori Psikologi Sosial.
Daftar Pustaka
Mahyuddin. 2019. Sosiologi Komunikasi.
Makassar: Shofia CV
Alamsyah Kusumadinata, Ali. 2015. Pengantar
Komunikasi Perubahan Sosial. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar