Senin, 15 Maret 2021

Pengertian, Ruang Lingkup Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya


 


 ABSTRAK: Proses Islamisasi di Indonesia adalah suatu bagian dari komunikasi lintas budaya. Islam adalah agama yang lahir di Makkah dan tersebar ke seluruh penjuru dunia tentunya hal tersebut tak luput dari suatu proses Panjang Dakwah. Ajaran Islam menyebar dari suatu kaum ke kalangan tanpa memandang batas benua, negara, bahkan SARA sekalipun. Proses Islamisasi telah berputar dan merambah ke berbagai kultur dan kebudayaan, mengenal satu dan lainnya dari suatu negara ke negara yang lain, dari suatu kaum ke kaum yang lain, dari suatu golongan  ke golongan yang lain hingga terjadilah suatu proses penyesuaian dan percampuran kedua atau beberapa kebudayaan hingga membentuk kebudayaan baru baik meninggalkan budaya lama maupun tidak. Proses tersebut terjadi akibat adanya suatu interaksi (hubungan untuk saling mempengaruhi atau tidak), komunikasi (pengiriman, penerimaan, hubungan) antara beberapa orang, kelompok, atau golongan dari berbagai budaya.

Kata Kunci: Dakwah Multikultural, Komunikasi Lintas Budaya

Islam adalah agama yang damai, merambah ke berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang maupun status sosial. Agama Islam di bawa dan disebar luarkan dengan tujuan membawa manusia kembali ke jalan Sang Maha Kuasa, Allah SWT. Melalui dakwah ajaran Islam dapat tersampaikan ke berbagai belahan dunia, menerobos listas Benua, negara, bahkan SARA. Begitupun dakwah yang tersebar ke berbagai kalangan tak luput dari Komunikasi yang tersampaikan. Al Quran dan Hadits merupakan bentuk rujukan dari komunikasi itu sendiri.

Setiap budaya yang berbeda tentu saja memiliki perbedaan, keunikan, dan ciri khas mereka sendiri. Oleh karena itu dalam menjalankan Dakwah Multikulturan dan Komunikasi Lintas Budaya kita perlu mengidentifikasi dan memahami secara dasar apa budaya tersebut, dengan tujuan agar dakwah yang dilakukan dapat tersampaikan dengan baik tanpa menyinggung suatu kelompok, golongan, atau Lembaga yang menjadi objek proses dari dakwah. Karena setiap budaya pastinya memberi identitas kepada kelompoknya sehingga jika kita ingin lebih muda memahami perbedaan-perbedaan yeng terdapat dalam masing-masing budaya guna melancarkan proses dakwah yang terjadi maka, paling tidak kita harus mampu untuk mengidentifikasi identitas dari masing-masing budaya, melalui:

1.       Komunikasi dan Bahasa

Bahasa adalah suatu peta atau jalan dari proses komunikasi, tanpa Bahasa kita tidak akan bisa melakukan proses komunikasi. Sistem komunikasi (verbal tau non-verbal) membedakan suatu kelompok dari kelompok lainnya. Terdapat banyak Bahasa verbal di seluruh penjuru dunia yang dapat digunakan dalam proses komunikasi lintas budaya begitupun dengan Bahasa non-verbal. Meskipun Bahasa tubuh (non-verbal) sering dianggap memiliki sifat universal namun dalam wujudnya memiliki arti berbeda dari satu budaya ke budaya yang lain.

2.       Makanan dan Kebiasaan

Cara memilih asupan untuk bertahan hidup dari satu budaya dan budaya lain tentu saja berbeda, seperti Indonesia yang kerap kali mengunakan Nasi sebagai makanan pokoknya, India yang menggunakan chappati atau roti, negara-negara Asia Tengah yang mengkonsumsi gandung dan kacang-kacangan.

3.       Nilai dan Norma

Setiap budaya di seluruh dunia tentu saja memiliki Nilai dan Norma yang berbeda berdasarkan sistem apa yang dianutnya. Hal tersebut dapat menentukan baimana kelompok atau golongan diantara mereka dalam bersikap dan berperilaku.

Pengertian Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya

·         Dakwah Multikultural

Ditinjau dari segi Bahasa, dakwah berasal dari Bahasa Arab ‘da’wah’ yang memiliki arti memanggil, mengundang, minta tolong, meminta, memohon, menamakan, menyuruh datang, mendorong, mendatangkan, mendoakan, menangisi, dan meratapi (Ahmad Warson Munawwir, 1997: 406). Sedangkan Multikultural memiliki arti kebudayaan. Istilah Multikultur atau Multi budaya jika ditelaah asal-usulnya mulai dikenal sejak tahun 1960-an, setelah adanya gerakan hak-hak sipil sebagai koreksi terhadap kebijakan asimilasi kelompok minoritas terhadap melting pot yang sudah berjalan lama tentang kultur dominan Amerika khususnya di New York dan California.

Jadi, Dakwah Multikultural merupakan upaya seseorang, golongan, atau Lembaga yang mengajak atau menyeru kepada kebaikan serta mencega keburukan kepada semua orang, dakwah ini bersifat menyeluruh tanpa memandang gender, batas usia, maupun SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) untuk mengenal, mempercayai, memahami, mempelajari, dan mengamalkan Agama Islam dalam kehidupan.

·         Komunikasi Lintas Budaya

Istilah komunikasi mengandung makna bersama-sama (common, commoness: Inggris), berasal dari bahasa latin, communicatio yang berarti pemberitahuan, pemberian bagian (dalam sesuatu), pertukaran, dimana si pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya. Secara sederhana dapatlah diartikan bahwa komunikasi merupakan kegiatan penyampaian pesan dengan tujuan menyamakan makna dari seseorang/lembaga (komunikator) kepada orang lain/audiens (komunikan). Sedangkan menurut KBBI lintas budaya memiliki arti pertemuan antara dua budaya atau lebih yang berlangsung secara cepat. Maka dapat dipahami bahwa komunikasi lintas budaya adalah proses dimana dialihkannya ide atau gagasan suatu budaya yang satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya, dalam hal ini bisa terjadi antar dua kebudayaan yang terkait atau lebih, tujuannya untuk saling memengaruhi satu sama lainnya,baik itu untuk sebuah kebaikan kebudayaan maupun untuk menghancurkan suatu kebudayaan, atau bisa jadi tahap awal dari proses akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan yang baru)".

Unsur-unsur Komunikasi

1. Da’I atau komunikator

Orang yang menyampaikan pesan dakwah kepada mad’u

2. Mad’u atau komunikan

Orang yang menjadi sasaran dakwah atau orang yang akan menerima pesan dakwah dari Da’I 

3. Materi / pesan dakwah

Isi pesan yang akan disampaikan da’I kepada mad’u

4. Media dakwah

Alat yang dipakai dalam menyampaikan pesan dakwha dari Da’I kepada mad’u

5. Feedback

Umpan balik, akibat atau efek dari proses dakwah. Metode yakni cara yang digunakan da’I untuk menyampaikan pesan dakwah untuk mencapaikan tujuan dari dakwah.

Ruang Lingkup Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya

Ruang lingkup dakwah multicultural dan komunikasi lintas budaya dapat ditelusuri dengan cara mengintegrasi berbagai konseptualisasi tentang dimensi kebudayaan dalam konteks komunikasi lintas budaya. Adapun dimensi yang perlu diperhatikan adalah:

1. Tingkat masyarakat kelompok budaya dari para pelaku komunikasi

  2. Konteks sosial tenpat terjadinya komunikasi lintas budaya

 3.  Saluran komunikasi antarbudaya, baik yang bersifat verbal maupun non-verbal.

4.        Daftar Pustaka

Ibrahim, Rustam. Pendidikan Multikultural. ADDIN. Vol. 7. No. 1. Februari 2013. .

Hamid, Farid, Ilmu Komunikasi: Sekarang dan Tantangan Masa. Jakarta; Kencana. 2011.

Aziz, Moh. Ali. Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana. 2004. 


 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA (Ujian Akhir Semester)

  DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA (Ujian Akhir Semester)         Disusun Oleh: Alfa Ch...