Kata Kunci: Dakwah Multikultural, Komunikasi Lintas
Budaya
Islam adalah
agama yang damai, merambah ke berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang
maupun status sosial. Agama Islam di bawa dan disebar luarkan dengan tujuan
membawa manusia kembali ke jalan Sang Maha Kuasa, Allah SWT. Melalui dakwah
ajaran Islam dapat tersampaikan ke berbagai belahan dunia, menerobos listas
Benua, negara, bahkan SARA. Begitupun dakwah yang tersebar ke berbagai kalangan
tak luput dari Komunikasi yang tersampaikan. Al Quran dan Hadits merupakan
bentuk rujukan dari komunikasi itu sendiri.
Setiap budaya
yang berbeda tentu saja memiliki perbedaan, keunikan, dan ciri khas mereka
sendiri. Oleh karena itu dalam menjalankan Dakwah Multikulturan dan Komunikasi
Lintas Budaya kita perlu mengidentifikasi dan memahami secara dasar apa budaya
tersebut, dengan tujuan agar dakwah yang dilakukan dapat tersampaikan dengan
baik tanpa menyinggung suatu kelompok, golongan, atau Lembaga yang menjadi
objek proses dari dakwah. Karena setiap budaya pastinya memberi identitas
kepada kelompoknya sehingga jika kita ingin lebih muda memahami
perbedaan-perbedaan yeng terdapat dalam masing-masing budaya guna melancarkan
proses dakwah yang terjadi maka, paling tidak kita harus mampu untuk
mengidentifikasi identitas dari masing-masing budaya, melalui:
1.
Komunikasi dan Bahasa
Bahasa adalah suatu peta atau jalan dari proses komunikasi, tanpa Bahasa
kita tidak akan bisa melakukan proses komunikasi. Sistem komunikasi (verbal tau
non-verbal) membedakan suatu kelompok dari kelompok lainnya. Terdapat banyak Bahasa
verbal di seluruh penjuru dunia yang dapat digunakan dalam proses komunikasi lintas
budaya begitupun dengan Bahasa non-verbal. Meskipun Bahasa tubuh (non-verbal)
sering dianggap memiliki sifat universal namun dalam wujudnya memiliki arti
berbeda dari satu budaya ke budaya yang lain.
2.
Makanan dan Kebiasaan
Cara memilih asupan untuk bertahan hidup dari satu budaya dan budaya
lain tentu saja berbeda, seperti Indonesia yang kerap kali mengunakan Nasi
sebagai makanan pokoknya, India yang menggunakan chappati atau roti, negara-negara
Asia Tengah yang mengkonsumsi gandung dan kacang-kacangan.
3.
Nilai dan Norma
Setiap budaya di seluruh dunia tentu saja memiliki Nilai dan Norma yang berbeda berdasarkan sistem apa yang dianutnya. Hal tersebut dapat menentukan baimana kelompok atau golongan diantara mereka dalam bersikap dan berperilaku.
Pengertian Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya
·
Dakwah Multikultural
Ditinjau dari segi Bahasa, dakwah berasal dari Bahasa Arab ‘da’wah’ yang
memiliki arti memanggil, mengundang, minta tolong, meminta, memohon, menamakan,
menyuruh datang, mendorong, mendatangkan, mendoakan, menangisi, dan meratapi
(Ahmad Warson Munawwir, 1997: 406). Sedangkan Multikultural memiliki arti
kebudayaan. Istilah Multikultur atau Multi budaya jika ditelaah asal-usulnya
mulai dikenal sejak tahun 1960-an, setelah adanya gerakan hak-hak sipil sebagai
koreksi terhadap kebijakan asimilasi kelompok minoritas terhadap melting pot
yang sudah berjalan lama tentang kultur dominan Amerika khususnya di New York
dan California.
Jadi, Dakwah Multikultural merupakan upaya seseorang, golongan, atau Lembaga
yang mengajak atau menyeru kepada kebaikan serta mencega keburukan kepada semua
orang, dakwah ini bersifat menyeluruh tanpa memandang gender, batas usia,
maupun SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) untuk mengenal, mempercayai,
memahami, mempelajari, dan mengamalkan Agama Islam dalam kehidupan.
·
Komunikasi Lintas Budaya
Istilah komunikasi mengandung makna bersama-sama (common, commoness:
Inggris), berasal dari bahasa latin, communicatio yang berarti pemberitahuan,
pemberian bagian (dalam sesuatu), pertukaran, dimana si pembicara mengharapkan
pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya. Secara sederhana dapatlah
diartikan bahwa komunikasi merupakan kegiatan penyampaian pesan dengan tujuan
menyamakan makna dari seseorang/lembaga (komunikator) kepada orang lain/audiens
(komunikan). Sedangkan menurut KBBI lintas budaya memiliki arti pertemuan antara dua budaya
atau lebih yang berlangsung secara cepat. Maka dapat dipahami bahwa komunikasi
lintas budaya adalah proses dimana dialihkannya ide atau
gagasan suatu budaya yang satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya, dalam
hal ini bisa terjadi antar dua kebudayaan yang terkait atau lebih, tujuannya
untuk saling memengaruhi satu sama lainnya,baik itu untuk sebuah kebaikan
kebudayaan maupun untuk menghancurkan suatu kebudayaan, atau bisa jadi tahap
awal dari proses akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang
menghasilkan kebudayaan yang baru)".
Unsur-unsur Komunikasi
1. Da’I atau komunikator
Orang yang menyampaikan pesan dakwah kepada mad’u
2. Mad’u atau komunikan
Orang yang menjadi sasaran dakwah atau orang yang akan
menerima pesan dakwah dari Da’I
3. Materi / pesan dakwah
Isi pesan yang akan disampaikan da’I kepada mad’u
4. Media dakwah
Alat yang dipakai dalam menyampaikan pesan dakwha dari
Da’I kepada mad’u
5. Feedback
Umpan balik, akibat atau efek dari proses dakwah.
Metode yakni cara yang digunakan da’I untuk menyampaikan pesan dakwah untuk
mencapaikan tujuan dari dakwah.
Ruang Lingkup Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya
Ruang lingkup dakwah multicultural dan komunikasi lintas budaya dapat ditelusuri dengan cara mengintegrasi berbagai konseptualisasi tentang dimensi kebudayaan dalam konteks komunikasi lintas budaya. Adapun dimensi yang perlu diperhatikan adalah:
1. Tingkat masyarakat kelompok budaya dari para pelaku komunikasi
2. Konteks sosial tenpat terjadinya komunikasi lintas budaya
3. Saluran komunikasi antarbudaya, baik yang bersifat verbal maupun non-verbal.
4.
Ibrahim, Rustam. Pendidikan Multikultural. ADDIN. Vol. 7. No. 1. Februari 2013. .
Hamid, Farid, Ilmu Komunikasi: Sekarang dan Tantangan Masa. Jakarta; Kencana. 2011.
Aziz, Moh. Ali. Ilmu Dakwah. Jakarta: Kencana. 2004.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar