SHALAT OBAT DARI SEGALA OBAT
PENDALAMAN TERAPI SHALAT BAHAGIA
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya &
Trainer “Pendalaman Terapi Shalat Bahagia”
Sholat
merupakan obat dari segala obat. Mengapa demikian? Karena sholat merupakan obat
dari suatu masalah. Entah itu masalah jasmani maupun rohani. Sholat dapat
membuat kita tenang, meredam amarah, tempat segala curahan larah, tempat
cucuran air mata, tempat mengadu suatu masalah. Karena sholat merupakan bentuk
interaksi hamba dengan sang pencipta.
Dalam Islam, shalat terbagi dua; shalat yang
wajib atau biasa disebut shalat fardhu dan shalat sunnah". Shalat yang wajib ialah shalat yang lima waktu; Shubuh, Dzuhur,
„Ashar, Maghrib, dan Isya‟. Allah berfirman dalam al-Qur‟an
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ
فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا
اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى
الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Maka
apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri,
di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman,
maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah
fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. an
Nisa: 103)
Menurut
bahasa shalat artinya adalah berdoa, sedangkan menurut istilah shalat adalah
suatu perbuatan serta perkataan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan
salam sesuai dengan persyaratan yang ada. Dalam kesempatan lain dia juga
menjelaskan tentang apa itu shalat. Dalam kajian ini Mohammad Ali Aziz (Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku
“60 Menit Terapi Shalat Bahagia”), mengatakan: “Secara lahiriah
shalat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan di
akhiri dengan salam, itu shalat mbak, adapun secara hakikinya ialah berhadapan
hati (jiwa) kepada Allah, secara yang mendatangkan takut kepadanya serta
menumbuhkan didalam jiwanya rasa kebesaran, kesempurnaan dan kesuasaannya atau
mendahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan
perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua-duanya”.
Islam adalah
adalah agama rahmatan lil ‘alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa
rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta ini. Dalam islam kita
diperkenalkan adanya sebuah kepercayaan, kewajiban, larangan, serta berbagai
pelajaran yang dapat kita tuangkan dalam kehidupan ini. Bayangkan jika manusia
memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran islam, maka akan sungguh indah dan
damainya dunia ini.
Shalat merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh
umat Islam. Menunaikan sholat adalah salah satu bentuk keimanan yang ditunjukkan
seorang Muslim kepada sang penciptanya.
Meninggalkannya jelas merupakan kerugian besar, karena hal tersebut merupakan
rukun Islam yang tak lain adalah dasar keimanan. Perintah melaksanakan shalat secara langsung diperintahkan Allah SWT. kepada Rasulullah Saw
saat perjalanan isra’ mi’raj. Hal tersebut juga sudah tertuang dalam kitab suci
al Quran. Kita semua diperintahkan untuk mengerjakan shalat, namun bukan hanya
sekedar melaksanakan shalat, akan tetapi Iqamu Ash-Shalat (mendirikan shalat),
karena ayat-ayat perintah shalat ratarata memerintahkan untuk Iqamu Ash-Shalat.
Seperti contoh ayat berikut ini.
وَأَقِيمُوا
الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah
beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. al-Baqarah: 43)
Menurut
Ibnu Abbas: “Iqamu Ash-Shalat itu menyempurkan rukuk, sujud, tilawah,
kekhusyukan, dan tetap dalam keadaan seperti itu.” Adapun menurut Dhohak:
“Iqamu ash-Shalat itu menjaga waktu-waktu shalat, wudlu, rukuk, dan sujudnya.”
Adapun menurut Asy-Syaukany Iqamu ash-Shalat itu bermakna alMudawamah
(berkesinambungan) melaksanakan shalat. Mungkin, itulah sebabnya mengapa Allah
menyatakan,
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ
“Celakalah
orang-orang yang shalat.” (QS. al-Ma‟un: 4).
Perlu kita cermati bahwa yang akan celaka pada
ayat ini yaitu orang-orang yang hanya sekedar melakukan shalat tanpa Iqamu
ash-Shalat. Hal ini diperjelas pada ayat selanjutnya yang berbunyi:
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ ۙ
“Yaitu
orang-orang Saahuun (yang lalai) dari shalatnya, mereka pun berbuat riya (dalam
melakukannya).” (QS. al-Ma‟un: 5-6)
Ayat diatas
menjelaskan bahwa Kata Saahuun pada ayat tersebut bisa bermakna lalai
ketika seseorang sedang melaksanakan shalat, pikiran dan hatinya tidak
berkonsentrasi atau tidak khusyuk, ia tidak menyadari bahwa dirinya sedang
shalat, akibat godaan setan. Nabi saw besabda, “Apabila dikumandangkan adzan,
setan lari terbirit-birit, bahkan terkentut-kentut, sampai ia tidak mendengar
adzan itu. Apabila adzan selesai, setan datang lagi. Dan apabila dikumandangkan
iqamat, setan lari lagi. Dan apabila selesai iqamat, setan datang lagi dan
menyelinap dalam jiwa manusia dan berkata, “Ingatlah ini, ingatan itu.” Sehingga
orang itu tidak tahu lagi berapa raka‟at ia shalat” (HR. al-Bukhari). Saahuun
juga bisa bermakna melalaikan tata laksana shalat, tidak mengikuti contoh yang
ditujukan oleh Rasulullah saw. Sebagaimana sabda Nabi saw: “Shalatlah kalian
seperti kalian melihat (mendapatkan) aku shalat” (HR Bukhari). Menurut Ibnu
Abbas Saahuun bisa dimaknai shalatnya orang-orang munafik yaitu mereka hanya
shalat jika terlihat oleh orang lain.
Penjelasan
diatas menjelaskan bahwa pentingnya sholat dalam sebuah kehidupan. Melaksanakan
sholat saja tidaklah cukup apabila kita tidak menerapkan ajaran yang telah
diajarkan nabi. Kita semua tahu, bahkan mungkin kita semua sering melakukannya secara
tidak sengaja. Saat kita melaksanakan ibadah sholat banyak hal-hal yang lewat
begitu saja dalam pikiran kita. Apa yang kita lupa terkadang muncul dalam
ingatakan kita saat kita melakukan ibadah sholat, banyak hal-hal yang melintas
lewat sehingga membuat sholat kita merasa kurang khitmat dan menikmati
komunikasi kita dengan sang Khaliq. Oleh karena itu, perlu adanya usaha
serta niat dalam diri kita untuk mengubah sebuah kebiasaan kecil yang sengaja
maupun tidak itu, agar kita dapat merasakan luar biasanya nikmat melakukan
komunikasi dengan Allah SWT. Salah satunya dengan melaksanakan Pendalaman
Terapi Shalat, seperti yang diajarkan oleh Prof.
Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag (Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya & Penulis Buku
“60 Menit Terapi Shalat Bahagia”)
Dalam
shalat bahagia beliau juga menekankan bahwa shalat adalah salah satu cara
dimana seseorang dapat mengingat segala nikmat yang telah Allah SWT berikan
kepada kita, begitu pula dalam shalat bahagia ini, yang mana dalam shalat yang
paling utama adalah tidak mengesampingkan syarat-syarat sah, rukun-rukun
shalat, sarat wajib shalat, sebab kualitas shalat juga sangat dipengaruhi oleh
hal-hal tersebut. Kemudian dalam shalat juga di utamkan seseorang yang
menjalankannya harus dengan khusyuk sekaligus tumakninah. Shalat bahagia juga
dapat diartikan sebagai usaha seorang hamba untuk mengingat Allah SWT. Beberapa
penelitian juga menunjukan bahwa jumlah orang yang kurang bahagia tidak berkurang
sekalipun kesejahteraan lahiriah meningkat. Ada saja yang mengganggu pikiran. Dalam
hal ini beliau Muhammad Ali Aziz menggolongkan atau menamai
kriteria-kriteria sebuah kebahagian dengan menggunakan shalat sebagai metode
mencapai kebahagiaan dengan T2Q (Tawakal, Tumakninah, dan Qana‟ah) dan hal itu
merupakan terapi mental yang ditekankan pada Shalat Bahagia.
Pada
umumnya peshalat yang khusyuk dijamin hidup bahagia, sebab seorang yang
menghadapi semua cuaca kehidupan dengan keimanan, kepasrahan dan penuh
keriangan (ridla) atas semua takdir Allah. Dengan pembiasaan shalat secara
tumakninah: tenang, sabar dan tidak tergesa-gesa, peshalat khusyuk bisa
menghadapi semua gelombang kehidupan dengan tumakninah pula. Muslim yang benar
adalah muslim periang, karena ia hidup dengan qanaah (menerima yang ada), tidak
tersiksa oleh deretan daftar keinginan. Kebahagiaan bersifat subyektif. Jika
peshalat khusyuk misalnya terkena suatu penyakit, atau orang tersebut
ditakdirkan buta, secara obyektif ia menderita, karena tidak bisa bekerja dan
menikmati hidup.
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا
إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang
hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaha:14)
Shalat Bahagia
memberikan jalan keluar. Terapi Shalat Bahagia merupakan cara seseorang untuk
mencapai sebuah kebahagiaan melalui shalat. Seperti halnya jika kita menghayati
bunyi adzan yakni hayyaala shalah (mari kita melaksanakan shalat)
kemudian hayyaalah falah (mari kita meraih kebahagiaan). Jadi, disitu
sudah jelas bahwa memang shalat menghantarkan kita menuju kebahagiaan. Oleh
karena itu, didalam Terapi Shalat Bahagia ini terdapat beberapa doa dan
renungan dalam gerakan shalat. Secara garis besar, ada enam garis gerakan utama
dalam shalat yaitu; berdiri, rukuk, bangun dari rukuk, sujud, duduk diantara
dua sujud dan tasyadud. Masing-masing gerakan ini harus dilakukan dengan tenang
dan penuh penghayatan atau T2Q (Tawakkal, Tuma‟ninah dan Qana‟ah). Penghayatan
dilakukan dengan cara diam sejenak sebelum dan sesudah membaca doa untuk merenungi
tiap-tiap doa pada setiap gerakan. Tarik nafas, tahan sebentar, keluarkan nafas
pelan-pelan. Setelah berhasil meresapi berbagai penghayatan secara mendalam,
baru dilanjutkan gerakan shalat berikutnya Berikut ini adalah poin-poin
penghayatan dan renungan pada setiap gerakan shalat:
1.
Takbiratul ikhram (berdiri)
Memiliki kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan,
Ketahanan iman). Takbiratul ikhram merupakan awal dari aktifitas ibadah.
Pada posisi ini, perokaat membaca doa pembuka (iftitah), surat al-Fatihah dan
beberapa ayat al-Qur‟an. Setelah selesai dari pemujaan doa dan pengesahan
Allah, disyariatkan bagi pelaku shalat untuk memohon jaminan dari Allah agar
dikabulkan semua permintaan dan sembahan dengan membaca amin sebagaistempel
pengesahan sekaligus penutup
2. Rukuk
Memiliki kata kunci TURUT (Tunduk dan Menurut. Gerakan
wajib berikutnya yaitu dengan membungkukkan badan dengan kedua tangan di lutut,
dan wajah diarahkan ke tempat sujud. Posisi rukuk ini akan membengkokkan tulang
belakang untuk menggerakkan, melembutkan otot-otot, melemaskan tulang-tulang
yang kejang dan kaku, dan mengendorkan ruas-ruas tulang belakang, supaya tulang
belakang kembali sesuai anatomi.
3. I’tidal
Memiliki kata kunci HADIR (Hak pujian dan
Takdir). Posisi ini adalah dengan bangkit dari rukuk) dan makna filosofinya,
ada dua hal penting yang perlu dihayati dalam posisi ini, yaitu Hak pujian dan
Takdir. Kita tidak dibenarkan mengharap pujian manusia dalam pekerjaan apapun.
Hak pujian hanya milik Allah. Dengan demikian, menghapus harapan pujian orang
berarti menutup sumber kecemasan dan kekecewaan. Begitupun dengan takdir, Tidak
ada yang terjadi di dunia ini secara kebetulan. Semuanya terjadi atas Rencana
Besar. Dengan keyakinan itu, seorang muslim memiliki daya tahan yang dahsyat
menghadapi kegagalan. Ia juga bisa menahan diri dari amarah kepad orang lain
yang menyebabkan kegagalan itu, sebab ia percaya dengan yakin bahwa semua yang
terjadi sebagai kehendak Allah.
4. Sujud
Memiliki kata kunci MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa
dan raga). Sujud adalah posisi paling agung dalam shalat setelah rukuk. Dalam
sujud, orang tidak bisa menoleh kemanapn kecuali menghadap Allah. Rukuk adalah
simbol penghambaan, sedangkan sujud simbol kedekatan. Sujud merupakan pembeda
muslim dan setan, sebab setan selalu menolak melakukannya. Sujud juga posisi
terdekat antara manusia dan Allah.
5. Duduk antara
dua sujud
Memiliki kata kunci AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera dan Iman). kita
duduk dengan otot-otot pangkal paha. Dalam sikap duduk ini, salah satu saraf
pangkal paha yang besar berada di atas kedua tumit kaki. Tumut dilapisi oleh
sebuah otot yang berfungsi sebagai bantal. Dengan demikian, tumit menekan
otot-otot pangkal paha serta saraf pangkal paha yang besar itu, sehingga saraf
pangkal paha itu terpijit. Pijitan tersebut dapat menghindarkan dari penyakit
saraf pengkal paha yang menyebabkan rasa sakit, nyeri, sehingga tidak dapat berjalan.
6. Tasyahud
Memiliki kata kunci SOSIAL (Solawat, Persaksian dan Tawakkal). Posisi
duduk ini disebut “tasyahud” karena di dalamnya ada bacaan “syahadat”, sebuah
ikrar keimanan, “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”. Hal tersebut
menjelaskan bahwa kita harus menerima apapun takdir Allah dengan ikhlas, ridla
dan senang hati, serta bertawakal kepada Allah.
Dengan
metode-metode dan penerapan inilah shalat bahagia itu di gunakan untuk mencapai
sebuah kebahagiaan dengan tanpa mengurangi nilai-nilai penting dan kesakralan
sebuah ibadah sholat. Dari pembahasan di atas menunjukan bahwasanya shalat
adalah sebuah kewajiaban bagi semua umat islam, pada dasarnya shalat juga
sebagai sebuah prosesi ritual yang dilakukan oleh orang yang beriman sebagai
wujud penghambaannya terhada Allah SWT. Dalam shalat, hal paling utama dan
paling penting adalah tentang diterimanya shalat, dan hal yang menentukan
shalat seseorang itu diterima ialah menjalakan rukun, syarat-syarat sah dan
wajibnya shalat dengan benar sesuai syariatnya. Begitu pula dengan shalat
bahagia yang ditemukan oleh Muhammad Ali Aziz, Shalat bahagia adalah sebuah
metode dimana metode tersebut menggunkan shalat sebagai cara memperoleh dan
mendapatkan sebuah kebahagiaan, sekaligus metode ini juga menggunakan shalat
sebagai proses penyembuhan bagi seseorang yang sakit, namun dalam metode ini
tidak serta merta menghilangkan atau mengindahkan nilai-nilai kesakralan sebuah
prosesi shalat. Sebab dalam metode shalat bahagia ini, kebahagiaan, ketenangan,
kesembuhan, keikhlasan hanyalah sebuah hadiah dari prosesi penghambaan manusia
kebada Tuhannya yang benar. Dan pada dasarnya metodemetode yang digunakan dalam
shalat bahagia itu bertujuan untuk memperoleh kebahagiaan dan ketenangan dalam
shalat, meskipun seperti itu shalat bahagia juga mendapat ketenangan di dunia,
sebab ketika seseorang manusia atau hamba itu benar dalam shalatnya, dalam
ibadahnya maka benar pula dalam kehidupannya, serta dijamin pula kehidupannya
oleh Allah SWT dan dilandasi dengan usaha.
Alfa Chumaidah
Gresik,
30 November 2019
keren alfaa ♥️♥️♥️ senoga bisa terus memberikan manfaat orang lain 👍👍
BalasHapusSip beanfaat seru suakti
BalasHapusSangatt bermanfaat sekali blog ini bisa dijadikan proses pengobatan yang baik dan bisa menolong orang banyak 👍
BalasHapusWah keren sekalai, pasti muridnya prof ali yaa :))
BalasHapusSemoga bermanfaat ilmunya
BalasHapusSangat bermanfaat. Saya akan mencobanya dalam sholat saya. Terimakasih
BalasHapusSangat bermanfaat, semoga selalu Istiqomah dalam sholat fardhu terutama dan tepat waktu, karena sholat bukan hanya kewajiban tetapi sebagai obat dari segala obat-obatan lainnya
BalasHapusBarakallah, bermanfaat sekali. Semangat terus kaka dlm berkarya
BalasHapusBarakallah👍👍terus berkarya dek Alfa😄 semoga bisa memberi manfaat untuk banyak orang
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat semoga apa yg dishare bisa kami laksanakan sesuai dengan apa yg disampaikan terima kasih:)
BalasHapusBarokallah setelah membaca artikel ini dan menerapkan nya Alhamdulillah sekali hasilnya ☺️
BalasHapusIsinya sudah sangat lengkap, template artikelnya juga menarik semangat menginspirasi😉
BalasHapusmasya allah,sangat membantu sekali semoga bermanfaat bagi kita semua yang membacanya,dan jangan lupa untuk diterapkan dikehidupan sehari-hari.
BalasHapusMasyaallah sangat bermanfaat sekali dan terus berkarya
BalasHapus