Senin, 07 Juni 2021

Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non-Verbal dalam Ilmu Dakwah

 

Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non-Verbal dalam Ilmu Dakwah

Abstrak: Setiap manusia yang hidup dalam masyarakat tidak akan pernah lepas dari komunikasi. Karena sejatinya komunikasi merupakan bagian dari proses aktivitas dasar manusia. Komunikasi dapat terjadi apabila ada komunikator (orang yang menyampaikan pesan atau informasi) dan komunikan (orang yang menerima pesan). Begitupun dalam Ilmu Dakwah, dalam berdakwah tentu saja kita akan bertukar pesan dan informasi pada orang lain, entah dari budaya sama ataupun berbeda. Oleh karena itu komunikasi sangat berperan besar dalam berjalannya aktivitas dakwah. Masalah dalam komunikasi lintas budaya biasanya datang dari transmisi pesan. Dalam komunikasi antara orang-orang dari budaya yang sama, orang yang menerima pesan menafsirkannya berdasarkan pada nilai-nilai, keyakinan, dan harapan untuk perilaku yang mirip dengan orang-orang yang mengirim pesan. Ketika ini terjadi, cara pesan yang ditafsirkan oleh penerima cukup mirip dengan apa yang dimaksudkan oleh sang pembicara. Namun, ketika penerima pesan adalah orang dari budaya yang berbeda, penerima menggunakan informasi dari budaya sang pembicara untuk menafsirkan pesan. Pesan yang ditafsirkan mungkin sangat berbeda dari apa yang pembicara maksudkan.

Kata Kunci: Komunikasi, Aktivitas, Komunikasi Lintas Budaya, Komunikasi Verbal, Komunikasi Non-Verbal, Dakwah.

Pengertian Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya

Aktivitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebuah keaktifan, kegiatan-kegiatan, kesibukan, atau bisa juga berarti kerja atau salah satu kegiatan kerja yang dilaksanakan tiap bagian dalam tiap suatu organisasi atau Lembaga. Atau dapat diartikan sebagai bentuk keatifan dan kegiatan.[1]

Sedangkan menurut Kamus Besar Ilmu Pengetahuan aktivitas berasal dari kata activity yang berarti aktivitas, bertindak. Yakni tindakan pada diri setiap eksistensi atau makhluk yang membuat atau menghasilkan sesuatu dengan aktivitasnya, ini menandai bahwa hubungan khusus antara manusia dengan dunia.

Berbicara tentang Komunikasi mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita. Ya, Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Istilah komunikasi mengandung makna bersama-sama (common, commoness: Inggris), berasal dari bahasa latin, communicatio yang berarti pemberitahuan, pemberian bagian (dalam sesuatu), pertukaran, dimana si pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya.

Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Namun apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gestur tubuh (non-verbal) dengan menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara ini (komunikasi non-verbal) biasanya dilakukan oleh orang yang memiliki perbedaan yang membuat adanya miskomunikasi, biasanya masalah ini terjadi pada komunikator dan komunikan yang memiliki perbedaan, keterbatasan bahasa, dll. Sehingga memaksa mereka untuk menggunakan Bahasa non-verbal untuk memberikan pengertian maksud yang dikatakan.

Sedangkan menurut KBBI Lintas Budaya memiliki arti pertemuan antara dua budaya atau lebih yang berlangsung secara cepat. Jadi, Komunikasi lintas budaya adalah proses dimana dialihkannya ide atau gagasan suatu budaya yang satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya, dalam hal ini bisa terjadi antar dua kebudayaan yang terkait atau lebih, tujuannya untuk saling memengaruhi satu sama lainnya,baik itu untuk sebuah kebaikan kebudayaan maupun untuk menghancurkan suatu kebudayaan, atau bisa jadi tahap awal dari proses akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan yang baru). Berkenaan dengan komunikasi lintas budaya yang tepat, dengan mempelajari situasi di mana orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda saling berinteraksi. Selain bahasa, komunikasi lintas budaya berfokus pada atribut sosial, pola pikir, dan budaya dari kelompok-kelompok yang berbeda dari orang-orang. Hal ini juga melibatkan pemahaman budaya yang berbeda, bahasa, dan adat istiadat orang-orang dari negara-negara lain. Komunikasi lintas budaya berperan dalam ilmu-ilmu sosial seperti antropologi, studi budaya, linguistik, psikologi dan ilmu komunikasi.

Komunikasi Verbal dan Non-Verbal

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik itu secara lisan maupun tulisan. Komunikasi verbal paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia, untuk mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling bertukar, perasaan dan pemikiran, saling berdebat dan bertengkar, dll.[2] Dalam komunikasi dakwah komunikasi verbal ini biasanya digunakan oleh para pendakwah dalam menyampaikan pesan dakwahnya kepada mad’u. Terdapat beberapa unsur dalam komunikasi verbal ini, antaralaian: kata dan Bahasa.[3]

Komunikasi non-verbal adalah komunikasi dengan menggunakan semua isyarat yang bukan kata-kata. Pesan-pesan nonverbal sangat berpengaruh terhadap komunikasi. Pesan atau simbol-simbol non-verbal sangat sulit untuk ditafsirkan dari pada simbol verbal. Bahasa verbal sealur dengan bahasa nonverbal, contoh ketika kita mengatakan “ya” pasti kepala kita mengangguk. Komunikasi nonverbal lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan.[4] Komunikasi nonverbal jauh lebih banyak dipakai daripada komuniasi verbal. Komunikasi nonverbal bersifat tetap dan selalu ada.

Bentuk komunikasi non-verbal adalah perilaku kinesik. Perilaku kinesik adalah komunikasi melalui gerakan tubuh—misalnya, postur, gerak tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata. Makna dari perilaku tersebut bervariasi antar negara dan mempengaruhi komunikasi lintas budaya. Bentuk komunikasi nonverbal secara kinesik adalah kontak mata dan menggunakan mata untuk menyampaikan pesan. Secara keseluruhan, komunikasi nonverbal memberikan petunjuk untuk apa yang dikatakan secara verbal dengan penggambaran fisik. Komunikasi nonverbal telah ditunjukkan untuk memperhitungkan antara 65% dan 93% dari ditafsirkannya proses komunikasi.

Seperti yang kita ketahui bahwa Masalah dalam komunikasi lintas budaya biasanya datang dari transmisi pesan. Dalam komunikasi antara orang-orang dari budaya yang sama, orang yang menerima pesan menafsirkannya berdasarkan pada nilai-nilai, keyakinan, dan harapan untuk perilaku yang mirip dengan orang-orang yang mengirim pesan. Ketika ini terjadi, cara pesan yang ditafsirkan oleh penerima cukup mirip dengan apa yang dimaksudkan oleh sang pembicara. Namun, ketika penerima pesan adalah orang dari budaya yang berbeda, penerima menggunakan informasi dari budaya sang pembicara untuk menafsirkan pesan. Pesan yang ditafsirkan mungkin sangat berbeda dari apa yang pembicara maksudkan. Oleh karena itu Komunikasi yang efektif bergantung pada pengertian informal antara pihak-pihak yang terlibat yang didasarkan pada kepercayaan yang berkembang di antara mereka. Ketika kepercayaan itu ada, implisit pengertian dalam komunikasi dan perbedaan budaya dapat diabaikan, dan masalah-masalah dapat ditangani dengan lebih mudah. Arti dari kepercayaan dan bagaimana hal ini dikembangkan serta dikomunikasikan berbeda-beda di masyarakat. Demikian pula, beberapa budaya memiliki kecenderungan yang lebih dipercaya dibandingkan dengan yang lain.

Jadi mengenai “Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non-Verbal dalam Ilmu Dakwah” dapat dipahami bahwa Proses berdakwah adalah bentuk aktivitas komunikasi. Komunikasi dalam dakwah umumnya menggunakan bentuk komunikasi verbal, namun tak jarang komunikasi non-verbal akan disisipkan di dalamnya guna mendukung atau memberikan pemahaman lebih kepada mad’u terlebih dengan adalah komunikasi lintas budaya. Aktivitas dakwah lintas budaya tentu sudah banyak terjadi, terlebih di zaman yang serba canggih seperti saat ini. Mad’u dakwah tak terbatas pada Kalangan tertentu, orang dengan budaya tertentu, atau wilayah tertentu.



Referensi:

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2022)

Desak Putu Yuli Kurniati, Modul Komunikasi Verbal dan Nonverbal, (Universitas Udayana, 2016), hal. 7-8

Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: Raja Grafindo Perkasa, 2007)

Widyo Nugroho, Modul Teori Komunikasi Verbal dan Nonverbal

 

 

 



[1] Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2022)

[2] Desak Putu Yuli Kurniati, Modul Komunikasi Verbal dan Nonverbal, (Universitas Udayana, 2016), hal. 7-8

[3] Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: Raja Grafindo Perkasa, 2007)

[4] Widyo Nugroho, Modul Teori Komunikasi Verbal dan Nonverbal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA (Ujian Akhir Semester)

  DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA (Ujian Akhir Semester)         Disusun Oleh: Alfa Ch...